Tuesday, November 2, 2010

First Ride Suzuki Titan 115


Umbar Torsi Berlebih

4677suzi-titan-dvd-1.jpg"Kami sangat bangga dan terima kasih karena ditunjuk sebagai tempat pertama yang disinggahi Suzuki Titan 115,” ungkap Ronny Kurniawan, Direksi Medan Jaya, selaku salah satu main-dealer Suzuki di Jogja.

Ungkapan itu sekaligus menandai hadirnya varian bebek baru dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku penjual Suzuki di Indonesia. Lewat Suzuki Titan 115, kini segmen pasar bebek low-end 110 cc pabrikan berlambang ‘S’ itu akan beralih. Dari Suzuki New Smash, kini menjadi Suzuki Titan 115.

“Kami coba tawarkan produk baru ke konsumen. Memang, beberapa tahun ini Smash belum dilakukan penyegaran,” ungkap Setiawan Surya, Direktur Marketing 2W SIS. Ya, Suzuki Smash sendiri sudah beranjak 8 tahun usianya. Dan, terakhir dilakukan penyegaran di 2006 lalu.4678suzi-titan-dvd-2.jpg

“Semoga dengan hadirnya Titan, bisa membawa Suzuki kembali ke masa jayanya,” tambah Setiawan yang ramah. Apalagi, Titan memang mengusung ubahan yang cukup drastis ketimbang versi Smash sebelumnya.

Meski masih mengusung nama depan Smash, tapi secara spek engine semua yang diaplikasi Titan tergolong baru. Berbeda dengan Smash atau New Smash. Itu Em-Plus rasakan ketika melakukan first ride pacuan yang punya isi silinder 113 cc itu di Jogja. Tentunya, atas undangan PT SIS yang bertajuk media gathering.

Dengan Suzuki Titan 115 tipe SR, Em-Plus coba lakukan first ride dengan berkeliling Kota Gudeg itu. Seperti yang disebutkan di atas, menunggangi varian yang digolongkan sebagai bebek 115 cc itu terasa beda ketimbang menunggangi New Smash.

Hal ini, bisa disebabkan dari konfigurasi stroke dan bore yang diaplikasi Titan. Jika varian New Smash hanya mengusung piston 53,5 mm dan langkah 48,8 mm, kini Titan hadir dengan diameter piston 51 mm dan stroke 55,2 mm.

4679suzi-titan-dvd-3.jpgPerbedaan ini, sangat terasa melalui torsi awal yang ditawarkan. Dengan stroke yang lebih panjang, tenaga bawah yang dihasilkan jadi lebih menghentak. Sehingga, untuk memulai perjalanan tak perlu membuat putaran mesin berkitir lebih tinggi.

Tenaga yang ditawarkan ini berlaku untuk semua gigi. Torsi yang dimiliki terasa cukup besar. Tentunya dari kelebihan ini, bisa mempengaruhi pada tingkat konsumsi bensin. Ya, dong! Kan, dengan memutar grip gas sepertiga putaran saja motor sudah bisa berjalan. Sehingga, bukaan skep dari karburator Mikuni VM18SH yang diaplikasi tidak perlu membuka terlalu tinggi. Bahan bakar pun, jadi tak perlu banyak menyembur ke ruang bakar.

“Ini salah satu kelebihan dari banyak kelebihan yang coba Suzuki tawarkan. Dengan desain baru, Titan juga sudah diyakini minim getaran dan noise. Juga, responsif di putaran bawah dan menengah,” pasti Joko Utomo, Deputy GM Marketing 2W SIS.

Selain dari power dan torsi berlebih yang dimiliki, sepertinya Titan tetap mewariskan apa yang dimiliki varian sebelumnya. Handling yang dimiliki, tergolong gesit. Untuk bermanuver dengan Titan di tengah padatnya kota Jogja, tergolong mudah.

Tetapi, saking mudahnya setang jadi seperti enteng sih. Mungkin jika komstir lebih dikencangkan lagi, akan makin mantap buat bermanuver. Kelincahan yang diaplikasi, tidak terlepas dari jarak sumbu as roda yang dimiliki.4680suzi-titan-dvd-4.jpg

Jika Smash punya jarak sumbu roda 1.240 mm, maka Titan yang juga kepanjangan dari ‘Tiada Tanding’ ini memiliki wheelbase 1.225 mm. Meski lebih pendek sedikit, tentu tetap akan pengaruhi handling dong!

Oh ya! Secara disengaja, Em-Plus coba sedikit bermain dengan gigi persneling ketika berhenti di lampu merah. Dari gigi 4 yang terakhir dipakai, untuk kembali ke posisi netral dicoba dengan menginjak tuas ke depan. Eh, taunya tetap bisa. Artinya, memiliki tipe rotari lho.

Bicara soal kelebihan lain yang diaplikasi Titan 115 ketimbang Smash, tentu masih ada lagi. Yaitu, teknologi lebih di sektor karburator. Makanya, boleh dibilang, Titan merupakan penyempurnaan dari Shogun dan Smash.
“Titan memiliki teknologi Throttle Position Sensor di karburator. Ini membuat pencampuran bahan bakar dan udara semakin sempurna. Ini juga yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit,” tutur Hariadi, 2W Marketing-Service Area Respresntative Group Leader Assistant Manager SIS.

Memang! Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam, Em-Plus menjajal Titan untuk menempuh jarak 22,1 km. Konsumsi bensin yang terpakai, hanya 350 cc.

Itu artinya, Titan sanggup menghabiskan 1 liter Premium untuk jarak 65 km. Tentunya, dengan kondisi jalan yang stop and go. Misal, berhenti di lampu merah layaknya berkendara normal.

Bicara soal harga, sayang seribu sayang! Sebab, seperti yang ditegaskan oleh Joko tadi. Kesempatan kali ini memang bukan untuk launching produk. Tapi, baru sebatas memperkenalkan Suzuki Titan 115 kepada media.

“Kita ada tiga model yang ditawarkan. Titan 115, Titan 115R dan 115SR. Harga terendah bermain di kisaran Rp 10,5 jutaan. Yang jelas, di bawah kompetitor kita lah,” buka pria ramah dan dandy itu sembari bilang bahwa Titan 115 bakal mengaspal resmi pada 25 Mei.
buktikan............

First Ride Suzuki Titan 115


Umbar Torsi Berlebih

4677suzi-titan-dvd-1.jpg"Kami sangat bangga dan terima kasih karena ditunjuk sebagai tempat pertama yang disinggahi Suzuki Titan 115,” ungkap Ronny Kurniawan, Direksi Medan Jaya, selaku salah satu main-dealer Suzuki di Jogja.

Ungkapan itu sekaligus menandai hadirnya varian bebek baru dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku penjual Suzuki di Indonesia. Lewat Suzuki Titan 115, kini segmen pasar bebek low-end 110 cc pabrikan berlambang ‘S’ itu akan beralih. Dari Suzuki New Smash, kini menjadi Suzuki Titan 115.

“Kami coba tawarkan produk baru ke konsumen. Memang, beberapa tahun ini Smash belum dilakukan penyegaran,” ungkap Setiawan Surya, Direktur Marketing 2W SIS. Ya, Suzuki Smash sendiri sudah beranjak 8 tahun usianya. Dan, terakhir dilakukan penyegaran di 2006 lalu.4678suzi-titan-dvd-2.jpg

“Semoga dengan hadirnya Titan, bisa membawa Suzuki kembali ke masa jayanya,” tambah Setiawan yang ramah. Apalagi, Titan memang mengusung ubahan yang cukup drastis ketimbang versi Smash sebelumnya.

Meski masih mengusung nama depan Smash, tapi secara spek engine semua yang diaplikasi Titan tergolong baru. Berbeda dengan Smash atau New Smash. Itu Em-Plus rasakan ketika melakukan first ride pacuan yang punya isi silinder 113 cc itu di Jogja. Tentunya, atas undangan PT SIS yang bertajuk media gathering.

Dengan Suzuki Titan 115 tipe SR, Em-Plus coba lakukan first ride dengan berkeliling Kota Gudeg itu. Seperti yang disebutkan di atas, menunggangi varian yang digolongkan sebagai bebek 115 cc itu terasa beda ketimbang menunggangi New Smash.

Hal ini, bisa disebabkan dari konfigurasi stroke dan bore yang diaplikasi Titan. Jika varian New Smash hanya mengusung piston 53,5 mm dan langkah 48,8 mm, kini Titan hadir dengan diameter piston 51 mm dan stroke 55,2 mm.

4679suzi-titan-dvd-3.jpgPerbedaan ini, sangat terasa melalui torsi awal yang ditawarkan. Dengan stroke yang lebih panjang, tenaga bawah yang dihasilkan jadi lebih menghentak. Sehingga, untuk memulai perjalanan tak perlu membuat putaran mesin berkitir lebih tinggi.

Tenaga yang ditawarkan ini berlaku untuk semua gigi. Torsi yang dimiliki terasa cukup besar. Tentunya dari kelebihan ini, bisa mempengaruhi pada tingkat konsumsi bensin. Ya, dong! Kan, dengan memutar grip gas sepertiga putaran saja motor sudah bisa berjalan. Sehingga, bukaan skep dari karburator Mikuni VM18SH yang diaplikasi tidak perlu membuka terlalu tinggi. Bahan bakar pun, jadi tak perlu banyak menyembur ke ruang bakar.

“Ini salah satu kelebihan dari banyak kelebihan yang coba Suzuki tawarkan. Dengan desain baru, Titan juga sudah diyakini minim getaran dan noise. Juga, responsif di putaran bawah dan menengah,” pasti Joko Utomo, Deputy GM Marketing 2W SIS.

Selain dari power dan torsi berlebih yang dimiliki, sepertinya Titan tetap mewariskan apa yang dimiliki varian sebelumnya. Handling yang dimiliki, tergolong gesit. Untuk bermanuver dengan Titan di tengah padatnya kota Jogja, tergolong mudah.

Tetapi, saking mudahnya setang jadi seperti enteng sih. Mungkin jika komstir lebih dikencangkan lagi, akan makin mantap buat bermanuver. Kelincahan yang diaplikasi, tidak terlepas dari jarak sumbu as roda yang dimiliki.4680suzi-titan-dvd-4.jpg

Jika Smash punya jarak sumbu roda 1.240 mm, maka Titan yang juga kepanjangan dari ‘Tiada Tanding’ ini memiliki wheelbase 1.225 mm. Meski lebih pendek sedikit, tentu tetap akan pengaruhi handling dong!

Oh ya! Secara disengaja, Em-Plus coba sedikit bermain dengan gigi persneling ketika berhenti di lampu merah. Dari gigi 4 yang terakhir dipakai, untuk kembali ke posisi netral dicoba dengan menginjak tuas ke depan. Eh, taunya tetap bisa. Artinya, memiliki tipe rotari lho.

Bicara soal kelebihan lain yang diaplikasi Titan 115 ketimbang Smash, tentu masih ada lagi. Yaitu, teknologi lebih di sektor karburator. Makanya, boleh dibilang, Titan merupakan penyempurnaan dari Shogun dan Smash.
“Titan memiliki teknologi Throttle Position Sensor di karburator. Ini membuat pencampuran bahan bakar dan udara semakin sempurna. Ini juga yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit,” tutur Hariadi, 2W Marketing-Service Area Respresntative Group Leader Assistant Manager SIS.

Memang! Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam, Em-Plus menjajal Titan untuk menempuh jarak 22,1 km. Konsumsi bensin yang terpakai, hanya 350 cc.

Itu artinya, Titan sanggup menghabiskan 1 liter Premium untuk jarak 65 km. Tentunya, dengan kondisi jalan yang stop and go. Misal, berhenti di lampu merah layaknya berkendara normal.

Bicara soal harga, sayang seribu sayang! Sebab, seperti yang ditegaskan oleh Joko tadi. Kesempatan kali ini memang bukan untuk launching produk. Tapi, baru sebatas memperkenalkan Suzuki Titan 115 kepada media.

“Kita ada tiga model yang ditawarkan. Titan 115, Titan 115R dan 115SR. Harga terendah bermain di kisaran Rp 10,5 jutaan. Yang jelas, di bawah kompetitor kita lah,” buka pria ramah dan dandy itu sembari bilang bahwa Titan 115 bakal mengaspal resmi pada 25 Mei.
buktikan............

First Ride Suzuki Titan 115


Umbar Torsi Berlebih

4677suzi-titan-dvd-1.jpg"Kami sangat bangga dan terima kasih karena ditunjuk sebagai tempat pertama yang disinggahi Suzuki Titan 115,” ungkap Ronny Kurniawan, Direksi Medan Jaya, selaku salah satu main-dealer Suzuki di Jogja.

Ungkapan itu sekaligus menandai hadirnya varian bebek baru dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku penjual Suzuki di Indonesia. Lewat Suzuki Titan 115, kini segmen pasar bebek low-end 110 cc pabrikan berlambang ‘S’ itu akan beralih. Dari Suzuki New Smash, kini menjadi Suzuki Titan 115.

“Kami coba tawarkan produk baru ke konsumen. Memang, beberapa tahun ini Smash belum dilakukan penyegaran,” ungkap Setiawan Surya, Direktur Marketing 2W SIS. Ya, Suzuki Smash sendiri sudah beranjak 8 tahun usianya. Dan, terakhir dilakukan penyegaran di 2006 lalu.4678suzi-titan-dvd-2.jpg

“Semoga dengan hadirnya Titan, bisa membawa Suzuki kembali ke masa jayanya,” tambah Setiawan yang ramah. Apalagi, Titan memang mengusung ubahan yang cukup drastis ketimbang versi Smash sebelumnya.

Meski masih mengusung nama depan Smash, tapi secara spek engine semua yang diaplikasi Titan tergolong baru. Berbeda dengan Smash atau New Smash. Itu Em-Plus rasakan ketika melakukan first ride pacuan yang punya isi silinder 113 cc itu di Jogja. Tentunya, atas undangan PT SIS yang bertajuk media gathering.

Dengan Suzuki Titan 115 tipe SR, Em-Plus coba lakukan first ride dengan berkeliling Kota Gudeg itu. Seperti yang disebutkan di atas, menunggangi varian yang digolongkan sebagai bebek 115 cc itu terasa beda ketimbang menunggangi New Smash.

Hal ini, bisa disebabkan dari konfigurasi stroke dan bore yang diaplikasi Titan. Jika varian New Smash hanya mengusung piston 53,5 mm dan langkah 48,8 mm, kini Titan hadir dengan diameter piston 51 mm dan stroke 55,2 mm.

4679suzi-titan-dvd-3.jpgPerbedaan ini, sangat terasa melalui torsi awal yang ditawarkan. Dengan stroke yang lebih panjang, tenaga bawah yang dihasilkan jadi lebih menghentak. Sehingga, untuk memulai perjalanan tak perlu membuat putaran mesin berkitir lebih tinggi.

Tenaga yang ditawarkan ini berlaku untuk semua gigi. Torsi yang dimiliki terasa cukup besar. Tentunya dari kelebihan ini, bisa mempengaruhi pada tingkat konsumsi bensin. Ya, dong! Kan, dengan memutar grip gas sepertiga putaran saja motor sudah bisa berjalan. Sehingga, bukaan skep dari karburator Mikuni VM18SH yang diaplikasi tidak perlu membuka terlalu tinggi. Bahan bakar pun, jadi tak perlu banyak menyembur ke ruang bakar.

“Ini salah satu kelebihan dari banyak kelebihan yang coba Suzuki tawarkan. Dengan desain baru, Titan juga sudah diyakini minim getaran dan noise. Juga, responsif di putaran bawah dan menengah,” pasti Joko Utomo, Deputy GM Marketing 2W SIS.

Selain dari power dan torsi berlebih yang dimiliki, sepertinya Titan tetap mewariskan apa yang dimiliki varian sebelumnya. Handling yang dimiliki, tergolong gesit. Untuk bermanuver dengan Titan di tengah padatnya kota Jogja, tergolong mudah.

Tetapi, saking mudahnya setang jadi seperti enteng sih. Mungkin jika komstir lebih dikencangkan lagi, akan makin mantap buat bermanuver. Kelincahan yang diaplikasi, tidak terlepas dari jarak sumbu as roda yang dimiliki.4680suzi-titan-dvd-4.jpg

Jika Smash punya jarak sumbu roda 1.240 mm, maka Titan yang juga kepanjangan dari ‘Tiada Tanding’ ini memiliki wheelbase 1.225 mm. Meski lebih pendek sedikit, tentu tetap akan pengaruhi handling dong!

Oh ya! Secara disengaja, Em-Plus coba sedikit bermain dengan gigi persneling ketika berhenti di lampu merah. Dari gigi 4 yang terakhir dipakai, untuk kembali ke posisi netral dicoba dengan menginjak tuas ke depan. Eh, taunya tetap bisa. Artinya, memiliki tipe rotari lho.

Bicara soal kelebihan lain yang diaplikasi Titan 115 ketimbang Smash, tentu masih ada lagi. Yaitu, teknologi lebih di sektor karburator. Makanya, boleh dibilang, Titan merupakan penyempurnaan dari Shogun dan Smash.
“Titan memiliki teknologi Throttle Position Sensor di karburator. Ini membuat pencampuran bahan bakar dan udara semakin sempurna. Ini juga yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit,” tutur Hariadi, 2W Marketing-Service Area Respresntative Group Leader Assistant Manager SIS.

Memang! Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam, Em-Plus menjajal Titan untuk menempuh jarak 22,1 km. Konsumsi bensin yang terpakai, hanya 350 cc.

Itu artinya, Titan sanggup menghabiskan 1 liter Premium untuk jarak 65 km. Tentunya, dengan kondisi jalan yang stop and go. Misal, berhenti di lampu merah layaknya berkendara normal.

Bicara soal harga, sayang seribu sayang! Sebab, seperti yang ditegaskan oleh Joko tadi. Kesempatan kali ini memang bukan untuk launching produk. Tapi, baru sebatas memperkenalkan Suzuki Titan 115 kepada media.

“Kita ada tiga model yang ditawarkan. Titan 115, Titan 115R dan 115SR. Harga terendah bermain di kisaran Rp 10,5 jutaan. Yang jelas, di bawah kompetitor kita lah,” buka pria ramah dan dandy itu sembari bilang bahwa Titan 115 bakal mengaspal resmi pada 25 Mei.
buktikan............

troble yang sering timbul pada suzuki satria FU 150

  1. Motor baru biasanya nembak2 suara knalpor pd saat lepas gas.Solusinya : Biasanya ganti Pilot Jet yang lebih besar ukuran kisaran 17,5 bisa pakai punya shogun atau 22 bisa pakai Kitaco walau ukurannya bukan sebenarnya. Konsumsi bensin pasti agak2 sedikit nyedot degh. Atau bisa juga dari faktor baut knalpot yg di blok kendor atau bocor.
  2. Suara mesin cek..cek..cek..(yah kira2 begitu deh suaranya) pada saat dingin dan setelah mesin panas suaranya hilang. Itu tanda dari baut penonjok tensioner haus atau pernya sudah lemah. Resikonya rantai keteng loncat dan pastinya klep nonjok ke piston, hancur deh :))Solusinya : Ganti baru dengan harga yg cukup mahal 100rb lebih, atau bisa diakali dengan beli punya Suzuki smash kira2 50rb trus tambah daging ke tukang bubut. dipasang lg hasilnya setelah 2 thn gak ada masalah sampai karang. Tambahan : Bisa Juga dengan membuat drat baru di tensioner luar dan diganti dengan baut yang panjang untuk nonjok sampai ke dalam, jadi itungannya kita tinggal mengencangkan baut secara manual apabila suara rantai keteng kita sudah mulai brisik.
  3. Suara rantai dan gir klotok - klotok.Solusinya : Bisa dari girnya sudah haus minta diganti yg baru atau tanda stelan rantai terlalu keras, so.. tinggal distel ulang jangan terlalu kendor jangan terlalu keras yang sedang2 saja dirasa pake jari ketegangan rantainya.
    => bisa juga as gir depa kering, jadi beri oli di as gir depan.
  4. Pasang karbu Keihin PE 28mm ( Karbu SP)Solusinya : Ganti kabel gas dan disesuaikan panjangnya bisa juga pakai originalnya tapi harus dipotong dan di solder ujungnya agar pas. Jangan pakai spuyer aslinya ganti disesuaikan dengan kondisi motor, semisal bisa pakai pj/mj 17,5/120 atau 17,5/115 (kondisi standar). Herannya malah jauh lebih hemat bensinnya, logikanya kita buka gas sedikit saja sudah ngacir. Trus diusahakan untuk mencopot kran bensin vakum ganti dengan kran bensin manual bisa pakai punya kitaco atau merk lainnya, untuk mencegah kalau2 sampe banjir bisa langsung ditutup aliran bensinnya dan bisa mempercepat aliran bensin ke karbu.
  5. Meningkatkan PerformaStep - Stepnya :- Ganti Pilot Jet dan Main Jet (kalo bisa original karena ukurannya pas)
    - Ganti Karburator bisa SP PE28(Recomended), Punya Ninja, RX-King (Recomended), PWM 28 Vacuum kalo gak salah, dll, tergantung minat dan kantong :).
    - Ganti knalpot berikut silincernya, bisa pake model freeflow seperti Endurance stainless(recomended for circuit use) atau carbon(recomended for street only), Yoshimura Titan, DBS.
    - Ganti CDI non limiter bisa pakai Lek Step 1 kisaran 1jt, Lek Step 2 kisaran 1,7jt, Shindengen kisaran 800rb, Shindengen E8 kisaran 1,8jt, Mr. Ya kisaran 4jt, BRT kisaran 650 - 900rb, XP kisaran 700rb, Rextor kisaran 800rb.
    - Ganti Koil racing bisa pakai Blue Thunder kisaran 125rb, Nology Hotwire kisaran 1,5jt, YZ 250 kisaran 750rb.
    - Porting Polish Headnya biaya kisaran 100rb 1 lobang.
    - Paking head ke blok yang besi di copot 2 karena dia ada 3 lapis bisa meningkatkan akselerasi dan kompresi naik.
    - Tutup lobang katalis dgn membuat paking dr besi atau besi babet sesuai dengan bentuknya.Dan lobang di bawahnya ditutup dengan baut topi ukuran 8 dengan drat 10. atau bisa di tap dan disumpel baut 10.
    - Ganti gir depan dan belakang sesuai dengan setingan motor.
    - Ganti ban kecil depan belakang (not recomended) , resiko kalo hujan daya cengkram ban ke aspal sedikit, dan kalo belok kecepatan tinggi resiko traksi hilang dari aspal.
    (Recomended) ban ukuran dpn 80/90/17, blkng 90/90/17, cari soft compound.
    - Lampu kurang terang bisa ganti dengan bohlam Halogen apa saja atau bisa pakai Philips 35/35/12w, atau mungkin bisa pake HID khusus motor.
    - Klakson kurang kencang bisa ganti yg stereo(double) dengan ditambahkan relay mobil, harga bisa bervariatif.
    - Piston bore up bisa pakai scorpio dengan crankcase di bubut juga, FXR atau bisa pakai ukuran lain, Yang pasti cc naik dan akselerasi tambah yahud. Biaya dr 900rb - ?? tergantung minat. Resiko semakin besar cc dibawa hariannya makin tidak enak gak bisa pelan, karena stroke naik dari standarnya.
    - Camshaft dibubut sesuai dengan settingan yang diinginkan.
    - Ganti per kopling.
    - Ganti per Klep (Not Recomended) karena banyak yg kejadian patah dan membuat klep bengkok atau bisa patah, makan biaya lagi tuh..
    - Naikkan derajat pengapian(Not Recomended) resiko cam menghajar klep.
    - Suara Rem blakang serasa membawa tikus di ban nyit nyit nyit, tanda kanvas rem kotor, buka dan bersihkan dan diamplas sedikit atau stelan rantai kiri dan kanan di arm tidak pas. Coba untuk menyetel ulang.
    - Bensin pakai pertamax plus, bisa menambah performa dan menghemat karena pembakaran lumayan sempurna. Atau pakai pertamax, diusahakan jangan sering mengganti2 bahan bakar karena menyebabkan kerak di ruang pembakaran.
    - Oli pakai yang semi sintetic jangan yang terlalu encer seperti 5w/40. Minimal 10w/40.
    by karim suzuki arjosari malang..........................

troble yang sering timbul pada suzuki satria FU 150

  1. Motor baru biasanya nembak2 suara knalpor pd saat lepas gas.Solusinya : Biasanya ganti Pilot Jet yang lebih besar ukuran kisaran 17,5 bisa pakai punya shogun atau 22 bisa pakai Kitaco walau ukurannya bukan sebenarnya. Konsumsi bensin pasti agak2 sedikit nyedot degh. Atau bisa juga dari faktor baut knalpot yg di blok kendor atau bocor.
  2. Suara mesin cek..cek..cek..(yah kira2 begitu deh suaranya) pada saat dingin dan setelah mesin panas suaranya hilang. Itu tanda dari baut penonjok tensioner haus atau pernya sudah lemah. Resikonya rantai keteng loncat dan pastinya klep nonjok ke piston, hancur deh :))Solusinya : Ganti baru dengan harga yg cukup mahal 100rb lebih, atau bisa diakali dengan beli punya Suzuki smash kira2 50rb trus tambah daging ke tukang bubut. dipasang lg hasilnya setelah 2 thn gak ada masalah sampai karang. Tambahan : Bisa Juga dengan membuat drat baru di tensioner luar dan diganti dengan baut yang panjang untuk nonjok sampai ke dalam, jadi itungannya kita tinggal mengencangkan baut secara manual apabila suara rantai keteng kita sudah mulai brisik.
  3. Suara rantai dan gir klotok - klotok.Solusinya : Bisa dari girnya sudah haus minta diganti yg baru atau tanda stelan rantai terlalu keras, so.. tinggal distel ulang jangan terlalu kendor jangan terlalu keras yang sedang2 saja dirasa pake jari ketegangan rantainya.
    => bisa juga as gir depa kering, jadi beri oli di as gir depan.
  4. Pasang karbu Keihin PE 28mm ( Karbu SP)Solusinya : Ganti kabel gas dan disesuaikan panjangnya bisa juga pakai originalnya tapi harus dipotong dan di solder ujungnya agar pas. Jangan pakai spuyer aslinya ganti disesuaikan dengan kondisi motor, semisal bisa pakai pj/mj 17,5/120 atau 17,5/115 (kondisi standar). Herannya malah jauh lebih hemat bensinnya, logikanya kita buka gas sedikit saja sudah ngacir. Trus diusahakan untuk mencopot kran bensin vakum ganti dengan kran bensin manual bisa pakai punya kitaco atau merk lainnya, untuk mencegah kalau2 sampe banjir bisa langsung ditutup aliran bensinnya dan bisa mempercepat aliran bensin ke karbu.
  5. Meningkatkan PerformaStep - Stepnya :- Ganti Pilot Jet dan Main Jet (kalo bisa original karena ukurannya pas)
    - Ganti Karburator bisa SP PE28(Recomended), Punya Ninja, RX-King (Recomended), PWM 28 Vacuum kalo gak salah, dll, tergantung minat dan kantong :).
    - Ganti knalpot berikut silincernya, bisa pake model freeflow seperti Endurance stainless(recomended for circuit use) atau carbon(recomended for street only), Yoshimura Titan, DBS.
    - Ganti CDI non limiter bisa pakai Lek Step 1 kisaran 1jt, Lek Step 2 kisaran 1,7jt, Shindengen kisaran 800rb, Shindengen E8 kisaran 1,8jt, Mr. Ya kisaran 4jt, BRT kisaran 650 - 900rb, XP kisaran 700rb, Rextor kisaran 800rb.
    - Ganti Koil racing bisa pakai Blue Thunder kisaran 125rb, Nology Hotwire kisaran 1,5jt, YZ 250 kisaran 750rb.
    - Porting Polish Headnya biaya kisaran 100rb 1 lobang.
    - Paking head ke blok yang besi di copot 2 karena dia ada 3 lapis bisa meningkatkan akselerasi dan kompresi naik.
    - Tutup lobang katalis dgn membuat paking dr besi atau besi babet sesuai dengan bentuknya.Dan lobang di bawahnya ditutup dengan baut topi ukuran 8 dengan drat 10. atau bisa di tap dan disumpel baut 10.
    - Ganti gir depan dan belakang sesuai dengan setingan motor.
    - Ganti ban kecil depan belakang (not recomended) , resiko kalo hujan daya cengkram ban ke aspal sedikit, dan kalo belok kecepatan tinggi resiko traksi hilang dari aspal.
    (Recomended) ban ukuran dpn 80/90/17, blkng 90/90/17, cari soft compound.
    - Lampu kurang terang bisa ganti dengan bohlam Halogen apa saja atau bisa pakai Philips 35/35/12w, atau mungkin bisa pake HID khusus motor.
    - Klakson kurang kencang bisa ganti yg stereo(double) dengan ditambahkan relay mobil, harga bisa bervariatif.
    - Piston bore up bisa pakai scorpio dengan crankcase di bubut juga, FXR atau bisa pakai ukuran lain, Yang pasti cc naik dan akselerasi tambah yahud. Biaya dr 900rb - ?? tergantung minat. Resiko semakin besar cc dibawa hariannya makin tidak enak gak bisa pelan, karena stroke naik dari standarnya.
    - Camshaft dibubut sesuai dengan settingan yang diinginkan.
    - Ganti per kopling.
    - Ganti per Klep (Not Recomended) karena banyak yg kejadian patah dan membuat klep bengkok atau bisa patah, makan biaya lagi tuh..
    - Naikkan derajat pengapian(Not Recomended) resiko cam menghajar klep.
    - Suara Rem blakang serasa membawa tikus di ban nyit nyit nyit, tanda kanvas rem kotor, buka dan bersihkan dan diamplas sedikit atau stelan rantai kiri dan kanan di arm tidak pas. Coba untuk menyetel ulang.
    - Bensin pakai pertamax plus, bisa menambah performa dan menghemat karena pembakaran lumayan sempurna. Atau pakai pertamax, diusahakan jangan sering mengganti2 bahan bakar karena menyebabkan kerak di ruang pembakaran.
    - Oli pakai yang semi sintetic jangan yang terlalu encer seperti 5w/40. Minimal 10w/40.
    by karim suzuki arjosari malang..........................

troble yang sering timbul pada suzuki satria FU 150

  1. Motor baru biasanya nembak2 suara knalpor pd saat lepas gas.Solusinya : Biasanya ganti Pilot Jet yang lebih besar ukuran kisaran 17,5 bisa pakai punya shogun atau 22 bisa pakai Kitaco walau ukurannya bukan sebenarnya. Konsumsi bensin pasti agak2 sedikit nyedot degh. Atau bisa juga dari faktor baut knalpot yg di blok kendor atau bocor.
  2. Suara mesin cek..cek..cek..(yah kira2 begitu deh suaranya) pada saat dingin dan setelah mesin panas suaranya hilang. Itu tanda dari baut penonjok tensioner haus atau pernya sudah lemah. Resikonya rantai keteng loncat dan pastinya klep nonjok ke piston, hancur deh :))Solusinya : Ganti baru dengan harga yg cukup mahal 100rb lebih, atau bisa diakali dengan beli punya Suzuki smash kira2 50rb trus tambah daging ke tukang bubut. dipasang lg hasilnya setelah 2 thn gak ada masalah sampai karang. Tambahan : Bisa Juga dengan membuat drat baru di tensioner luar dan diganti dengan baut yang panjang untuk nonjok sampai ke dalam, jadi itungannya kita tinggal mengencangkan baut secara manual apabila suara rantai keteng kita sudah mulai brisik.
  3. Suara rantai dan gir klotok - klotok.Solusinya : Bisa dari girnya sudah haus minta diganti yg baru atau tanda stelan rantai terlalu keras, so.. tinggal distel ulang jangan terlalu kendor jangan terlalu keras yang sedang2 saja dirasa pake jari ketegangan rantainya.
    => bisa juga as gir depa kering, jadi beri oli di as gir depan.
  4. Pasang karbu Keihin PE 28mm ( Karbu SP)Solusinya : Ganti kabel gas dan disesuaikan panjangnya bisa juga pakai originalnya tapi harus dipotong dan di solder ujungnya agar pas. Jangan pakai spuyer aslinya ganti disesuaikan dengan kondisi motor, semisal bisa pakai pj/mj 17,5/120 atau 17,5/115 (kondisi standar). Herannya malah jauh lebih hemat bensinnya, logikanya kita buka gas sedikit saja sudah ngacir. Trus diusahakan untuk mencopot kran bensin vakum ganti dengan kran bensin manual bisa pakai punya kitaco atau merk lainnya, untuk mencegah kalau2 sampe banjir bisa langsung ditutup aliran bensinnya dan bisa mempercepat aliran bensin ke karbu.
  5. Meningkatkan PerformaStep - Stepnya :- Ganti Pilot Jet dan Main Jet (kalo bisa original karena ukurannya pas)
    - Ganti Karburator bisa SP PE28(Recomended), Punya Ninja, RX-King (Recomended), PWM 28 Vacuum kalo gak salah, dll, tergantung minat dan kantong :).
    - Ganti knalpot berikut silincernya, bisa pake model freeflow seperti Endurance stainless(recomended for circuit use) atau carbon(recomended for street only), Yoshimura Titan, DBS.
    - Ganti CDI non limiter bisa pakai Lek Step 1 kisaran 1jt, Lek Step 2 kisaran 1,7jt, Shindengen kisaran 800rb, Shindengen E8 kisaran 1,8jt, Mr. Ya kisaran 4jt, BRT kisaran 650 - 900rb, XP kisaran 700rb, Rextor kisaran 800rb.
    - Ganti Koil racing bisa pakai Blue Thunder kisaran 125rb, Nology Hotwire kisaran 1,5jt, YZ 250 kisaran 750rb.
    - Porting Polish Headnya biaya kisaran 100rb 1 lobang.
    - Paking head ke blok yang besi di copot 2 karena dia ada 3 lapis bisa meningkatkan akselerasi dan kompresi naik.
    - Tutup lobang katalis dgn membuat paking dr besi atau besi babet sesuai dengan bentuknya.Dan lobang di bawahnya ditutup dengan baut topi ukuran 8 dengan drat 10. atau bisa di tap dan disumpel baut 10.
    - Ganti gir depan dan belakang sesuai dengan setingan motor.
    - Ganti ban kecil depan belakang (not recomended) , resiko kalo hujan daya cengkram ban ke aspal sedikit, dan kalo belok kecepatan tinggi resiko traksi hilang dari aspal.
    (Recomended) ban ukuran dpn 80/90/17, blkng 90/90/17, cari soft compound.
    - Lampu kurang terang bisa ganti dengan bohlam Halogen apa saja atau bisa pakai Philips 35/35/12w, atau mungkin bisa pake HID khusus motor.
    - Klakson kurang kencang bisa ganti yg stereo(double) dengan ditambahkan relay mobil, harga bisa bervariatif.
    - Piston bore up bisa pakai scorpio dengan crankcase di bubut juga, FXR atau bisa pakai ukuran lain, Yang pasti cc naik dan akselerasi tambah yahud. Biaya dr 900rb - ?? tergantung minat. Resiko semakin besar cc dibawa hariannya makin tidak enak gak bisa pelan, karena stroke naik dari standarnya.
    - Camshaft dibubut sesuai dengan settingan yang diinginkan.
    - Ganti per kopling.
    - Ganti per Klep (Not Recomended) karena banyak yg kejadian patah dan membuat klep bengkok atau bisa patah, makan biaya lagi tuh..
    - Naikkan derajat pengapian(Not Recomended) resiko cam menghajar klep.
    - Suara Rem blakang serasa membawa tikus di ban nyit nyit nyit, tanda kanvas rem kotor, buka dan bersihkan dan diamplas sedikit atau stelan rantai kiri dan kanan di arm tidak pas. Coba untuk menyetel ulang.
    - Bensin pakai pertamax plus, bisa menambah performa dan menghemat karena pembakaran lumayan sempurna. Atau pakai pertamax, diusahakan jangan sering mengganti2 bahan bakar karena menyebabkan kerak di ruang pembakaran.
    - Oli pakai yang semi sintetic jangan yang terlalu encer seperti 5w/40. Minimal 10w/40.
    by karim suzuki arjosari malang..........................

Tips & Trik Suzuki Spin 125



Fungsi kabel gas adalah untuk mengontrol dan mengatur putaran mesin sesuai keinginan pengendaranya. Pada Suzuki Spin 125, kabel gas sangat penting mendapatkan perhatian khusus. Karena, pada tipe skutik khususnya Suzuki pin 125, mesin langsung dihubungkan ke roda belakang melalui V-Belt. Dengan demikian, apabila putaran gas dibuka, otomatis roda belakang bergerak dan motor akan melaju.
Untuk itu diperlukan kabel gas yang mudah dan lancar dioperasikan, agar pada waktu buka tutup gas dapat berfungsi dengan baik. Apabila gas tidak berfungsi dengan baik atau terjadi kemacetan maka akan berakibat fatal. Dimana pada jenis skutik, saat putaran rendah motor tidak akan bergerak dan pada putaran tinggi motor akan susah dikendalikan.

Berikut ini perawatan kabel gas yang dapat dilakukan pada Suzuki Spin 125 atau motor skutik lainnya:
1. Sebelum menghidupkan motor, periksa kabel gas, apakah masih berfungsi dengan cara grip gas beberapa kali.
2. Apabila terdapat karat pada bagian dalam kabel dan terjadi kemacetan sehingga tidak dapat ditarik lagi, gantilah dengan kabel yang baru.
3. Bersihkan dan oleskan Gemuk jika kabel gas terasa sedikit yang baru.
4. Kabel gas Spin memiliki rute yang panjang, sehingga memerlukan pengecekan yang lebih sering.
Anda juga dapat mengikuti prosedur seperti yang terdapat pada gambar-gambar di bawah ini.
a. Poros Kemudi
Periksa kondisi kabel gas yang menuju grip gas. Pastikan kabel gas tidak terjepit, perbaiki dengan cara mengendurkan klem dan hindari dari kondisi tertekuk atau ada bagian yang terkelupas.
b. Rangka belakang
Periksa kondisi kabel gas yang menuju karburator. Pastikan kabel gas tidak terjepit; perbaiki dengan cara mengendurkan klem dan hindari dari kondisi tertekuk atau ada bagian yang terkelupas.
Bila rute kabel tidak sesuai, perbaiki rute seperti ilustrasi yang ditunjukkan.
c. Atur jarak main kabel gas 2,0 - 4,0 mm. Setel jarak main kabel gas dengan cara mengatur penyetel 2 dan mur pengunci 1.
Untuk memudahkan dan mendapatkan hasil yang optimal pada motor anda, dianjurkan untuk melakukan perawatan berkala dengan membawa motor ke Bengkel Resmi Suzuki.
Selamat mencoba!
by karim suzuki arjosari Malang